Sedih adalah salah satu perasaan yang dapat dialami manusia. Wajar bila kita merasa sedih ketika mengalami hal-hal yang mengecewakan atau menyakitkan hati. Namun, membiarkan diri terus dikuasai kesedihan bukanlah hal yang baik. Aktivitas hidup kita bisa terganggu, bahkan kesehatan pun bisa ikut terdampak. Pada akhirnya, kita mungkin tidak lagi menghargai hidup kita sendiri maupun hidup orang-orang di sekitar kita.
Yakub sangat sedih ketika kehilangan Yusuf, anaknya yang diduganya telah dimakan binatang buas. Ia larut dalam dukanya dan menolak dihibur oleh anak-anaknya yang lain. Tentu saja, kondisi ini menyedihkan bagi seluruh anggota keluarga Yakub. Seakan-akan keberadaan dan hidup mereka tidak berarti bagi Yakub. Ia lupa bahwa hidup dan mati adalah bagian dari kenyataan di dunia yang fana. Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara karena yang abadi hanyalah Tuhan.
Sahabat Senior, kasih kita kepada siapa pun di dunia ini dibatasi oleh waktu. Karenanya, kita percaya bahwa dalam kasih Allah yang kekal, hidup kita dan hidup orang-orang yang kita cintai selalu dijaga dan dipelihara oleh Allah. Kasih Allah tidak hanya berlaku di dunia ini, tetapi bahkan hingga kehidupan di dunia ini berakhir. Jangan larut dalam kesedihan. Hargai hidup yang masih ada dan percayalah, kasih Allah selalu menyertai umat-Nya.
DOA:
Tuhan, hiburlah kami di saat kami bersedih, kuatkan kami untuk melanjutkan langkah kehidupan dengan topangan kuasa-Mu. Amin.
