Ronald diam-diam menyontek saat ujian. Pada awalnya, ia merasa aman, bahkan sedikit bangga karena berhasil memperoleh nilai tinggi tanpa belajar keras. Namun, beberapa hari kemudian, ketika guru memuji hasil ujiannya di depan kelas, hatinya justru terasa tidak nyaman. Ia mulai gelisah, takut ketahuan, dan akhirnya merasa malu terhadap dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa keberhasilan tersebut bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan. Apa yang semula tampak menguntungkan ternyata berujung pada rasa malu yang mendalam.
Teks Alkitab hari ini menunjukkan dengan jelas bagaimana tipu daya Iblis bekerja. Godaan dari si penyesat tampak baik dan menarik. Buah untuk dimakan merupakan kebutuhan fisik yang memenuhi keinginan dan selera, serta memberi pengertian. Manusia pun terdorong untuk mengetahui akibat dari melanggar perintah TUHAN. Iblis menyusun strategi yang terlihat masuk akal dan menarik sehingga manusia tergoda untuk melanggar perintah TUHAN. Namun, hasilnya tidak seperti yang dijanjikan. Mata mereka memang terbuka, tetapi tidak menjadi seperti Allah. Yang muncul justru kesadaran akan ketelanjangan dan rasa malu. Mereka pun menyadari telah tertipu dan jatuh ke dalam dosa, jauh dari gambaran indah yang sebelumnya ditawarkan.
Teens, sebelum melakukan sesuatu, berhentilah sejenak dan bertanyalah pada diri sendiri: jika orang lain mengetahui perbuatanku, apakah aku akan merasa bangga atau justru malu? Pertanyaan sederhana ini dapat menolong kita menghindari banyak kesalahan. Dosa mungkin tampak menarik pada awalnya, tetapi pada akhirnya selalu membawa rasa malu dan penyesalan. Sebaliknya, hidup dalam kebenaran mungkin tidak selalu mudah, tetapi mendatangkan damai dan sukacita.
