Seorang ibu muda mengalami kebangkrutan secara mendadak. Suaminya kehilangan pekerjaan, anaknya sakit, dan tabungan keluarga habis. Ia berusaha meminta pertolongan teman, menjual barang, dan melamar pekerjaan. Namun, tidak satu pun usahanya berhasil. Dalam keputusasaan, ia berdoa, “Tuhan, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.” Beberapa hari kemudian, seseorang yang tidak disangkanya datang menawarkan bantuan. Peristiwa itu menjadi titik balik bagi keluarganya. Ia pun menyadari, “Tuhan membuka jalan justru saat aku tidak mampu bergerak lagi.”
Dalam Keluaran 14, umat Israel dikejar oleh pasukan Mesir. Di depan mereka terbentang laut yang luas, sementara di belakang mereka ada tentara berkuda. Tidak ada jalan keluar. Namun, TUHAN berfirman melalui Musa, “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” Firman ini bukanlah perintah untuk menyerah, melainkan panggilan untuk percaya. Saat manusia tidak lagi mampu bertindak, TUHAN menunjukkan kuasa-Nya.
Sahabat Senior, mungkin ada masa dalam hidup ketika kita merasa tidak ada jalan keluar, baik dalam persoalan kesehatan, keluarga, maupun kekhawatiran di usia senja. Namun, ingatlah: Tuhan tidak memerlukan ruang yang luas untuk berkarya. Bahkan di ujung jalan buntu, Dia sanggup membuka jalan yang baru. Karena itu, marilah kita belajar percaya dan tetap tenang.
DOA:
Ya Tuhan, saat tiada jalan bagi kami, Engkaulah yang akan membuka jalan. Kami tetap percaya pada jalan-Mu. Amin.
