“Selamat ya, Do! Tulisanmu di majalah sekolah bagus sekali!” seru Didi kepada Edo. “Terima kasih, Di! Aku kerja keras banget membuatnya! Tidak tidur semalaman!” jawab Edo sambil tersenyum. Dari kejauhan Kiki terlihat cemberut. Tangannya disilangkan, tanda tidak suka dengan apa yang ia dengar. “Padahal, ide tulisannya kan dari aku! Yang kemarin bantu dia mengoreksi beberapa hal juga aku!” batin Kiki protes. Seharian itu, Kiki jadi malas bercakap dengan Edo.
Adik-adik, apa yang Kiki rasakan pernah juga dirasakan oleh raja Saul, loh! Yuk, kita sama-sama membaca 1 Samuel 18:6-9! Saul iri melihat rakyat Israel yang lebih memuja Daud. Bukannya Saul tidak dipuji. Namun, Daud dianggap punya pencapaian lebih hebat dari Saul. Rasa iri ini berubah menjadi rasa dengki. Kedengkian itu membuat Saul kehilangan damai sejahtera.
Adik-adik, yuk kita belajar dari kesalahan Saul! Jika ada teman kita yang berhasil, mari kita dukung! Keberhasilan mereka bukan kegagalan kita.
Doa: Bapa yang di surga, tolong aku supaya tidak iri dan mau
bersyukur. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
