Opa Salomo sering duduk di bangku teras sambil memandang langit sore. Cucunya bertanya, “Opa sedang memikirkan apa?” Ia menjawab, “Opa sedang rindu bertemu Tuhan. Opa percaya, suatu saat nanti, ketika semua sakit dan kelelahan selesai, Opa akan melihat wajah Tuhan dan saat itu hati Opa akan benar-benar puas.”
Pemazmur menuliskan keyakinan yang sama mendalamnya. Ia menghadapi tekanan dan kesulitan, tetapi doanya penuh keyakinan bahwa pada akhirnya ia akan memandang wajah TUHAN. Ia menyadari bahwa sukacita sejati bukan terletak pada kemenangan duniawi, tetapi dalam perjumpaan dengan Allah sendiri. Kalimat, “aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu”, menggambarkan kedamaian yang sempurna. Bukan karena masalah lenyap, tetapi karena iman dan kebenaran menuntunnya sampai pada tujuan sejati, yaitu TUHAN sendiri.
Sahabat Senior yang terkasih, di usia lanjut ini, tubuh mungkin semakin terbatas dan dunia terasa semakin asing. Namun, janji Tuhan tetap sama. Jika kita setia, kelak kita akan memandang wajah-Nya. Dan pada saat itu, semua kelelahan, sakit, kesesakan, dan penantian akan diganti dengan damai yang tak terlukiskan. Mari kita terus setia, tetap berharap, dan menyambut hari demi hari dengan iman. Sebab pada akhirnya, kita akan benar-benar puas, khususnya saat memandang wajah Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, kami rindu bertemu dan memandang wajah-Mu muka dengan muka. Amin.
