Ada seorang petani di sebuah desa kecil berkata, “Saya hanya bisa menanam, tetapi Tuhanlah yang memberi panen.” Setiap hari ia bekerja di ladang tanpa memedulikan hujan ataupun panas. Ada masa ketika hasil panennya berlimpah, tetapi ada pula masa kekeringan. Namun, ia tetap bersyukur dan percaya bahwa setiap musim mengandung berkat dari Tuhan.
Mazmur 65 menggambarkan bagaimana seluruh alam menanggapi kemurahan TUHAN. Gunung-gunung berdiri kokoh, sungai-sungai mengalir, ladang-ladang menghijau, dan padang rumput bersorak-sorai. Bahkan tanah yang semula tandus menjadi subur karena jejak langkah TUHAN yang melaluinya. Pemazmur mengatakan bahwa TUHAN memahkotai tahun dengan kebaikan-Nya. Artinya, setiap langkah-Nya menghasilkan kehidupan dan kebaikan yang tidak dapat disangkal.
Sahabat Senior, mungkin tahun-tahun yang kita jalani tidak selalu mudah. Namun, jika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat jejak-jejak kebaikan Tuhan di sepanjang perjalanan hidup kita. Waktu yang terasa lambat, kesembuhan yang tertunda, bahkan air mata yang tercurah, semuanya tidak sia-sia jika Tuhan hadir di dalamnya. Karena itu, marilah kita terus percaya. Bersyukurlah, sebab hidup kita telah dan akan terus dimahkotai oleh kebaikan-Nya. Biarkan Tuhan berjalan di depan kita, dan kita mengikuti jejak-jejak-Nya.
DOA:
Betapa kami selalu menaikkan syukur kepada-Mu, ya Allah, karena Engkau Pencipta kehidupan dan kemurahan-Mu lebih daripada hidup. Amin.
