Seorang guru meminta murid-muridnya menuliskan momen paling membahagiakan dalam hidup mereka. Ada yang menulis tentang ulang tahun, ada yang menulis tentang sembuh dari sakit, dan ada yang menulis, “Saat doa mamaku dijawab.” Setelah membaca semua tulisan itu, sang guru berkata, “Jika suatu saat kalian merasa lemah, sedih, atau bingung, bukalah kembali tulisan ini. Ingatlah hal-hal baik yang pernah Tuhan lakukan.” Murid-murid itu mengangguk. Kata ingat menjadi pesan penting pada hari itu.
Dalam Mazmur 105, umat TUHAN diajak untuk mengingat segala perbuatan ajaib-Nya. Mengingat bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menyegarkan kembali iman yang mungkin mulai layu. Pemazmur memahami bahwa dalam perjalanan panjang umat Israel, ada masa-masa sulit dan penuh tantangan. Namun, mengingat kebaikan dan kesetiaan TUHAN di masa lalu akan memberikan kekuatan baru untuk menjalani hari ini dan menghadapi hari esok. Dengan demikian, mengingat adalah cara untuk memelihara iman agar tetap hidup.
Sahabat Senior, ingatan kita mungkin mulai melemah. Namun, marilah kita melatih hati untuk terus mengingat kebaikan Tuhan: saat doa dijawab, saat sembuh dari sakit, dan saat kita mengalami pertolongan. Semua itu bukanlah kebetulan, melainkan tanda bahwa Tuhan setia dan tidak pernah melupakan kita.
DOA:
Ya Tuhan, ketika hati kami mulai ragu, ingatkan kami bahwa Engkau yang dulu pernah menolong kami, tidak pernah berubah. Engkau akan menyertai sampai akhir. Amin.
