Ibu Mira dan suaminya selalu membawa putra bungsunya ke mana pun mereka pergi. Kondisi putra mereka yang autis memang memerlukan pendampingan penuh dari orangtuanya. Mereka tidak merasa malu dengan kekhususan yang dimiliki anak mereka. Sebaliknya, mereka meyakini bahwa Allah juga mengasihi putra mereka, sekalipun kondisinya spesial. Mereka percaya, tidak ada satu pun keadaan kita yang luput dari perhatian kasih Tuhan.
Pemazmur menyatakan sikap imannya dengan memuji Allah yang sangat memerhatikan dan memuliakan manusia ciptaan-Nya. Di antara semua ciptaan, manusialah yang diberi kemuliaan dan hormat, bahkan diciptakan hampir serupa dengan Allah. Allah bukan hanya membentuk manusia, tetapi juga senantiasa memerhatikan kehidupannya. Ia tidak melupakan atau membiarkan manusia. Tidak ada alasan bagi manusia untuk meragukan kasih dan perhatian Allah, apa pun kondisi dan situasi hidup yang dialami.
Sahabat Senior, tidak sedikit orang yang berada dalam keterbatasan fisik atau kondisi yang lemah merasa bahwa Tuhan telah melupakannya. Namun, melalui Mazmur 8, kita diteguhkan bahwa Tuhan selalu mengingat dan memerhatikan kita, termasuk juga dalam keterbatasan kita di usia lanjut. Karena itu, bersukacita dan bersyukurlah, sebab Allah senantiasa mengingat dan memelihara kita.
DOA:
Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu memerhatikan hidup kami. Tetaplah sertai kami dalam menjalani hari-hari kehidupan kami. Amin.
