Hachiko adalah anjing rumahan milik Profesor Ueno. Setiap hari, Hachiko terbiasa menunggu Ueno pulang dari kampus di depan stasiun. Namun, suatu hari Ueno meninggal mendadak di kampus. Ia tidak pernah kembali ke stasiun tempat Hachiko menunggu. Namun, Hachiko tetap menunggunya. Setiap sore, Hachiko selalu datang ke stasiun dan menunggu Ueno pulang. Hachiko melakukannya sampai ia mati sembilan tahun kemudian. Kisah ini membuat dunia menjadikan Hachiko sebagai lambang kesetiaan.
Kesetiaan Allah dalam memegang janji-Nya kepada manusia tentu lebih besar daripada kesetiaan Hachiko. Demi memenuhi janji-Nya, Allah pun turut menyelamatkan manusia saat hidup tidak sesuai dengan rancangan awal-Nya. Itulah yang dirasakan Yakub saat pergi ke tanah Mesir. Sebagai keturunan Abraham, Yakub memegang janji Allah kepada kakeknya tentang tanah perjanjian dan keturunan yang akan seperti bintang di langit. Namun, rencana hidup Yakub mendadak harus berubah. Ia harus pergi ke Mesir. Selain untuk bertemu Yusuf, kepindahan Yakub ke Mesir juga dipicu oleh bencana kelaparan yang melanda Kanaan. Dalam situasi hidup yang seolah-olah berbelok ini, firman Allah datang meneguhkan Yakub. Allah menyatakan bahwa janji-Nya tetap dipenuhi meskipun mereka berada di tanah Mesir. Yakub diminta untuk tidak takut meskipun rancangan hidup berubah. Janji keselamatan-Nya tetap berlaku.
Teens, jangan takut saat rencana hidup kita berubah. Sebagai manusia, kita tidak bisa menghindarinya. Meskipun situasi hidup berubah dan tidak pasti, ada Tuhan yang tetap setia pada janji-Nya. Ia tidak hanya menepati janji seperti Hachiko. Tuhan juga bersedia turut campur dalam hidup manusia agar janji keselamatan-Nya semakin nyata. Karena itu, tetaplah hidup dengan cara Tuhan.
