“Dulu saya mulai berjualan dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki. Tetangga sering meludah saat saya lewat di depannya. Namun, karena saya harus menghidupi anak-anak saya sementara suami sudah meninggal, saya jalani saja,” kata Oma Lusi yang kini bisa menikmati hasil jerih payahnya di masa lalu. Usahanya berhasil, dan sekarang ketujuh anaknya sudah sukses, sementara cucu-cicitnya sering datang mengunjunginya. Tuhan selalu memberkati, sehingga ia yang tidak memiliki pendidikan formal dapat membangun usaha dan menghidupi anak-anaknya.
Kisah ini mengingatkan kita pada Yakub. Dua belas anak Yakub yang tinggal di Mesir beranak-cucu dengan sangat banyak, sebagaimana janji TUHAN kepada Yakub dahulu. Meskipun penguasa Mesir berusaha menekan dan menghambat kelahiran keturunan Israel, tak ada yang mampu melawan atau menghalangi kuasa Allah yang memberkati beranak-pinaknya orang-orang Israel di Mesir. Hal ini menegaskan bahwa janji dan berkat Allah tidak dapat dibatalkan oleh usaha manusia.
Sahabat Senior, hidup yang berpegang pada janji dan penyertaan Tuhan adalah kekuatan kita sebagai umat-Nya. Meski dalam keterbatasan diri, yakinlah bahwa Tuhan tidak akan melupakan kita. Kita telah melewati perjalanan hidup yang panjang dan berliku, dan seluruh jalan hidup yang berliku itu bisa dilewati karena pertolongan Tuhan.
DOA:
Ya Allah, terima kasih atas setiap berkat-Mu di sepanjang kehidupan kami. Iringilah langkah kami dalam melanjutkan kehidupan kami setiap harinya. Amin.
