Teens, ada ungkapan yang mengatakan bahwa manusia adalah tempatnya alpa. Ungkapan itu memang benar, tetapi bukan berarti kita boleh abai terhadap setiap kelalaian. Alpa terhadap tanggung jawab akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
Bacaan hari ini sangat menarik. Dalam perjalanan ke Mesir untuk melaksanakan tugas yang diberikan TUHAN, Musa justru hendak dibunuh oleh TUHAN. Bayangkan, betapa mengerikannya peristiwa yang dihadapi Musa. Ia hampir dibunuh oleh Pribadi yang mengutusnya. Apa penyebabnya? Musa alpa! Anak lelakinya belum disunat. Padahal, sunat merupakan perkara yang sangat penting dalam relasi antara Israel dan TUHAN sejak zaman Abraham. Perintah TUHAN jelas: setiap anak laki-laki Israel harus disunat. Mungkin Musa berpikir bahwa karena ia dibesarkan di Mesir, ia sudah bukan lagi bagian dari bangsa Israel. Ia tidak menganggap sunat sebagai hal yang penting. Padahal, ia sedang menuju Mesir untuk bertemu dengan umat Allah yang terikat dalam perjanjian sunat. Bagi Allah Israel pada saat itu, perjanjian merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan dengan keselamatan umat.
Teens, ketika membaca bagian ini dengan saksama, mungkin muncul pemikiran bahwa Allah begitu kejam. Mengapa kealpaan yang tampaknya kecil harus dibayar dengan nyawa? Namun, dalam konteks peristiwa tersebut, kita diajak memahami bahwa ketika menyangkut keselamatan banyak orang, tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun yang disebabkan oleh ketidakcermatan atau kelalaian terhadap tanggung jawab. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa alpa dapat membawa bencana. Karena itu, agar bencana tidak terjadi, biasakanlah memeriksa kembali setiap tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada kita dengan saksama.
