Gadget lama yang hanya diganti casing tidak akan mengubah kualitas software-nya. Tampilannya memang lebih keren, tetapi sistem di dalamnya tetap sama. Jika mesinnya sudah bermasalah, mengganti dengan casing baru tidak akan menyelesaikannya. Diperlukan perbaikan total dari dalam. Ibarat mobil, harus mengalami servis turun mesin. Perubahan diri dari dalam semacam inilah yang menjadi perhatian Rasul Paulus dalam Roma 12.
Rasul Paulus memulai Surat Roma dengan pengajaran tentang doktrin, lalu diakhiri dengan pengajaran tentang bagaimana kita seharusnya hidup berdasarkan kebenaran. Hal ini membutuhkan transformasi, tulis Paulus. Perubahan sejati dimulai dari dalam, bukan sekadar penampilan luar. “Budi” di sini merujuk pada pola pikir, cara menilai, dan sudut pandang kita. Pembaharuan budi berarti mengizinkan Tuhan mengubah cara kita melihat hidup, sehingga kita tidak lagi mengikuti pola dunia, tetapi menghidupi kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna. Inilah sebabnya Paulus mendesak orang percaya diubahkan dari dalam ke luar (inside out). Diubahkan dalam cara berpikir, kita mulai memahami kehendak Allah bagi hidup kita.
Youth, sering kali kita berpikir hidup akan berubah jika keadaan di luar berubah. Firman hari ini mengingatkan bahwa transformasi sejati dimulai dari dalam. Ketika pikiran diperbarui oleh firman Tuhan, cara kita melihat masalah, orang, dan masa depan ikut berubah. Dunia menawarkan standar, tren, dan pola pikir instan, tetapi hanya pembaruan budi dari Tuhan yang mampu menuntun kita pada kehendak-Nya yang sempurna.
- Bagaimana Paulus menjelaskan tentang kelayakan persembahan yang hidup?
- Bagaimana seharusnya kita merespons belas kasih Tuhan yang besar bagi kita?
Pokok Doa: Kesediaan untuk terus ditransformasi oleh Tuhan.
