Apa yang dirasakan oleh seseorang yang sedang menanti? Misalnya, saat menanti hasil ujian, wawancara kerja, atau berjumpa dengan orang yang dikasihi. Tentu ada rasa tidak sabar, kadang deg-degan. Ada antusiasme luar biasa yang memacu adrenalin. Situasi inilah yang dialami pemazmur dalam teks hari ini.
Mazmur ini terasa begitu kuat, indah, sekaligus emosional. Pemazmur hendak percaya kepada Allah agar doanya dijawab. Penantian ini melibatkan kesabaran sekaligus ketekunan. Pemazmur menyatakan bahwa seluruh jiwanya menanti dan mengharapkan TUHAN. Hati dan jiwanya merindukan tanda dari TUHAN, secercah cahaya saat ia berada dalam kedalaman kegelapan. Ia berseru kepada TUHAN dan mengingatkan dirinya sendiri akan kebaikan dan kesetiaan-Nya. Kerinduan ini digambarkan seperti seorang penjaga malam yang mengharapkan pagi. Seorang penjaga malam menunggu fajar dengan kepastian bahwa pagi pasti datang. Demikian pula pemazmur menantikan TUHAN dengan keyakinan bahwa pertolongan dan pengampunan-Nya pasti nyata. Kehadiran TUHAN dalam kesesakan atau jurang yang dalam menjadi begitu melegakan, sekaligus menjadi jaminan bahwa ia tidak lagi berada dalam kegelapan, melainkan dalam terang pagi hari
Youth, saat kita menunggu dan ada kemungkinan kabar buruk, rasa takut sering muncul dan membuat hati terasa sesak. Namun, seperti pemazmur, kita perlu terus memandang kepada Tuhan. Dialah sumber harapan kita, baik untuk hidup sekarang maupun untuk kekekalan. Apa pun akhir dari situasi tersebut, Tuhan pasti menyertai dan menolong kita menghadapinya.
- Bagaimana pemazmur menggambarkan harapan dan penantian akan Allah?
- Apa tantangan yang kamu hadapi untuk tetap setia dalam penantian akan Tuhan?
Pokok Doa: Pengharapan yang berpusat pada Kristus.
