Ungkapan “menolak berlian demi batu cadas” menggambarkan sebuah pilihan yang tampaknya tidak masuk akal. Sesuatu yang sangat berharga, indah, dan bernilai tinggi (berlian) ditinggalkan demi sesuatu yang keras, kasar, dan tidak bernilai (cadas). Ungkapan ini juga menggambarkan pilihan bangsa Israel.
Hati Rasul Paulus begitu hancur dan berduka karena bangsanya, yaitu Israel, telah menolak Kristus. Hanya sedikit yang percaya kepada Kristus melalui pemberitaan Injil. Paulus menjelaskan hal-hal istimewa yang dimiliki bangsa Israel, yang seharusnya dapat membuat mereka menerima Kristus. Karena kebebalan mereka, Paulus bahkan mengatakan bahwa ia rela dipisahkan dari Kristus jika bangsanya mau datang kepada-Nya. Penolakan Israel terhadap Mesias semakin menyedihkan bagi Paulus karena Allah telah memberikan begitu banyak hak istimewa kepada mereka sebagai umat pilihan-Nya. Paulus menegaskan bahwa Allah akan menepati semua janji-Nya kepada Israel, tetapi tidak semua orang yang secara fisik lahir sebagai orang Israel akan diselamatkan dari murka Allah.
Youth, kadang dalam hidup, manusia bisa terjebak dalam pilihan-pilihan yang keliru, bukan karena tidak tahu mana yang lebih baik, tetapi karena hatinya terpaut pada sesuatu yang tampak kuat, kokoh, atau nyata menurut logikanya sendiri, meski sebenarnya tidak sebanding dengan yang terbaik yang sudah ditawarkan. Ini adalah cerminan penolakan terhadap kasih karunia Allah demi mengejar hal-hal duniawi yang tampak lebih nyata atau menguntungkan secara instan. Padahal, semua itu tidak menyelamatkan.
- Hal apa yang membuat hati Paulus begitu hancur dan sedih atas bangsanya?
- Apa yang dapat kamu lakukan agar tidak salah memilih dalam hidup beriman?
Pokok Doa: Kesungguhan hati untuk memilih apa yang berkenan kepada Allah.
