Teens, dalam tradisi beragama di dunia, setiap dewa, ilah, allah, atau apa pun sebutannya selalu memiliki nama. Selain untuk membedakan, nama juga memudahkan umat mengingat dengan siapa mereka sedang berhadapan. Apalagi jika agama tersebut memiliki banyak dewa atau ilah.
Bacaan kita hari ini menampilkan kisah Allah yang memperkenalkan diri kepada umat-Nya. Ini merupakan kisah yang menarik karena biasanya umatlah yang memberi nama kepada dewa sesuai kekuatan dewa tersebut. Sebaliknya, bukan umat yang memilih Allah, melainkan Allah yang memilih umat, yaitu Israel, untuk menjadi umat-Nya. Dari begitu banyak bangsa, Dia memilih Israel melalui Abraham. Pada mulanya, Dia memperkenalkan diri “hanya” sebagai Allah Yang Maha Kuasa. Melalui Musa, Dia secara khusus menyatakan nama-Nya yang dalam bahasa Ibrani ditulis YHWH. Jika bangsa-bangsa lain dapat dengan bebas menyebut nama ilah mereka, tidak demikian halnya dengan bangsa Israel. YHWH adalah nama yang diambil dari pernyataan dalam bahasa Ibrani, ehyeh asyer ehyeh, yang berarti “Aku adalah Aku”. Oleh karena itu, nama Allah Israel tidak boleh disebut, terlebih lagi dengan sembarangan, karena nama-Nya kudus. Ketika orang Israel menjumpai tulisan YHWH, mereka akan membacanya sebagai Adonai. Nama YHWH hanya boleh diucapkan oleh Imam Besar.
Teens, jika kamu membaca Alkitab dan menemukan kata TUHAN, itulah nama Allah Israel yang diterjemahkan dari YHWH. Hal itu berbeda dengan kata Tuhan sebagai gelar atau sebutan kehormatan. Sebagai orang Kristen, kita sejatinya menyembah Allah yang sama dengan bangsa Israel. Namun, kita tidak menyebut nama YHWH, melainkan Tuhan Yesus Kristus. Di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus, kita mengenal YHWH. Oleh sebab itu, meskipun kita dapat menyebut nama Tuhan, kita harus menyebut-Nya dengan penuh hormat.
