Bayangkan kamu adalah salah satu anggota kelompok hiking. Setiap anggota punya keahlian masing-masing. Ada yang ahli dalam navigasi, ada yang kuat membawa barang berat, ada yang bisa masak dengan alat seadanya, serta ada yang selalu ceria dan memberi semangat layaknya motivator ulung. Kalau dalam tim hanya berisi orang yang kuat membawa barang, lalu siapa yang akan memasak makanan?
Paulus menjelaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus diberikan karunia oleh Roh Kudus. Karunia itu diberikan bukan untuk saling unjuk kehebatan, melainkan untuk saling mendukung dan membangun satu sama lain. Dalam bacaan kita hari ini dicatat berbagai macam karunia: ada yang mendapat hikmat, ada yang dapat mengajar, ada yang mampu menyembuhkan, dan ada juga yang bisa membedakan roh. Semuanya berbeda, tetapi berasal dari Roh yang sama dan bekerja untuk satu tujuan.
Komunitas pelayanan, pertemanan, rekan kerja adalah circle yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kita sering membandingkan diri dengan orang lain, merasa kurang dan tidak cukup pintar dalam pekerjaan maupun pelayanan. Padahal, Tuhan tidak pernah meminta kita untuk menjadi orang lain atau menjadi pintar dalam segala hal. Tuhan memberikan karunia yang berbeda karena peran kita memang berbeda. Yang penting bukan seberapa banyak karunia yang kita punya, melainkan bagaimana kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk menumbuhkan orang lain dalam lingkaran kita. Begitu juga sebaliknya, kita pun ikut bertumbuh dalam circle tersebut.
- Apa tujuan utama dari pemberian karunia-karunia tersebut? (Lihat ayat 7)
- Karunia atau kemampuan apa yang kamu sadari sudah Tuhan percayakan kepadamu, dan bagaimana kamu menggunakannya untuk orang lain?
Pokok Doa: Circle yang saling menumbuhkan.
