Teens, pernahkah kamu merasa insecure? Apa yang membuatmu merasa kurang dan tidak percaya diri? Semakin media sosial berkembang, semakin banyak remaja yang merasa tidak percaya diri. Media sosial yang menampilkan berbagai macam beauty standard dan body goals menjadi tuntutan bagi banyak anak muda sebagai tolak ukur dalam berpenampilan. Akibatnya, banyak remaja yang semakin sulit menerima dirinya apa adanya dan merasa insecure. Terlebih lagi, dalam perkembangannya semakin marak perundungan dan body shaming sehingga penerimaan diri semakin menurun.
Berbeda dengan dunia yang memandang rupa dan menuntut kesempurnaan, Tuhan menerima setiap ciptaan apa adanya. Tuhan tidak melihat apa yang tampak di luar, melainkan apa yang terpancar dari dalam. Bahkan, Tuhan Yesus secara khusus hadir bagi orang-orang yang terpinggirkan, dipandang sebelah mata, dan dianggap tidak sempurna, serta menyatakan karya besar bagi mereka dalam pemulihan. Matius 15:29–31 menceritakan bagaimana Tuhan Yesus menerima orang-orang yang memiliki keterbatasan. Orang lumpuh, buta, timpang, dan bisu diterima serta diberi karya nyata, sehingga mereka diperlengkapi dan menjadi sembuh. Ini bukan hanya tentang fisik mereka, tetapi juga tentang status sosial mereka di masyarakat yang turut dipulihkan oleh Tuhan.
Sama seperti Tuhan Yesus menerima orang-orang dengan keterbatasan dalam kisah itu, Tuhan pun menerima kita apa adanya. Ia tidak mempermasalahkan kekurangan kita sekecil apa pun. Ia memandang kita sebagai ciptaan-Nya yang berharga. Allah memandang kita begitu sempurna. Maka, jangan biarkan pandangan orang lain menjatuhkan kita hingga membuat kita kehilangan rasa syukur atas karya Tuhan. Sebab, kita berharga dan Tuhan menerima kita apa adanya.
