Di sebuah kelas, anak-anak diminta untuk menceritakan siapa sahabat mereka dan mengapa mereka menjadikan teman itu sebagai sahabat. Ternyata, ada beragam alasan mengapa seseorang dijadikan sahabat. Ada yang berkata karena temannya baik, ada yang berkata karena hobinya sama, karena sering les bersama, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Mereka bercerita sesuai dengan pengalaman masing-masing.
Dalam perjalanan bersama para murid, Tuhan Yesus seolah ingin tahu pandangan orang tentang diri-Nya. Ia bertanya kepada para murid, “Kata orang, siapakah Anak Manusia?” Jawabannya pun beragam. Ada yang mengira Ia Yohanes Pembaptis, ada yang menyebut Elia, Yeremia, atau salah satu dari para nabi. Lalu Yesus melanjutkan pertanyaannya, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Rupanya bagi Yesus penting untuk mengetahui apakah para murid benar- benar mengenal Dia, sebab merekalah yang akan meneruskan pengajaran-Nya. Petrus spontan menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Yesus pun menanggapi, “Berbahagialah engkau, Simon,” sebab jawaban itu bukan berasal dari pengetahuan manusia semata, melainkan dari Allah sendiri.
Teens, sebagai anak-anak Tuhan, menurutmu Tuhan Yesus itu siapa? Kamu tentu punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Ada yang mengatakan Tuhan itu Penolong, Sahabat, Bapa yang baik, atau Juru Selamat. Apa pun jawabanmu, pastikan itu lahir dari hati yang sungguh percaya dan berkomitmen untuk setia kepada-Nya seumur hidup. Jadikan pengenalan dan pengalaman pribadimu dengan Tuhan sebagai alasan untuk terus menceritakan tentang Dia. Jika Kristus sudah menjadi Sahabat atau Penolongmu, bantu temanmu juga mengalaminya dan menjadikan Kristus sebagai sahabat mereka, agar tak ada lagi yang merasa sendiri dalam menjalani hidup. Nyatakan Yesus dalam hidupmu.
