Albert Einstein, sang jenius fisika yang sangat terkenal itu, pernah tidak dianggap penting saat kecil. Gurunya bahkan mengatakan bahwa Einstein tidak akan pernah berhasil dalam hidupnya karena lambat belajar dan sulit bersosialisasi. Namun, siapa sangka? Ia kemudian menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh sepanjang sejarah. Ini merupakan contoh bahwa kadang seseorang tidak dihargai dan dianggap tidak punya kemampuan karena status atau penampilannya.
Dalam teks Alkitab yang kita baca, diceritakan tentang pemanggilan dan pengurapan Daud sebagai Raja Israel. Saat itu, Daud tidak dianggap penting untuk diundang ke pertemuan dengan Nabi Samuel. Saat Samuel menanyakan kepada Isai, barulah Daud dipanggil. Daud adalah anak termuda dan tidak diperhitungkan, yang bertugas menggembalakan domba. Namun, justru Daudlah orang yang dipilih TUHAN untuk diurapi menjadi raja.
Sahabat Senior, di sekitar kita banyak orang yang dianggap tak berarti atau diabaikan. Karena status sosialnya, mereka dianggap tak punya potensi atau kemampuan, sehingga tidak dilibatkan dalam komunitas. Hari ini kita belajar untuk lebih memperhatikan dan menghargai mereka yang tidak dianggap penting. Bisa jadi, Tuhan justru memilih mereka karena potensi dan kemampuan istimewa yang menjadi berkat bagi banyak orang.
DOA:
Tuhan, tolong kami untuk lebih menghargai orang lain yang tampak tak berarti dan tak dianggap. Kami percaya bahwa Tuhan memberi keistimewaan bagi setiap orang. Amin.
