Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda yang gemar mempermainkan tetangganya. Ia sering menaruh paku di jalan, mengubah tanda petunjuk arah, dan membuat kekacauan kecil yang dianggapnya lucu. Suatu malam, ibunya terjatuh saat melewati jalan yang ia beri jebakan. Peristiwa itu menyadarkannya bahwa perbuatannya dapat membawa akibat di luar perkiraannya. Sejak saat itu, ia pun berubah menjadi pemuda yang baik.
Kitab Obaja merupakan kitab nubuat yang singkat, tetapi penuh makna. Obaja menyampaikan firman TUHAN bahwa: “Setiap perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.” Ini adalah prinsip ilahi tentang keadilan: apa yang ditabur akan dituai. Bangsa Edom dihukum karena kesombongan dan pengkhianatan terhadap Israel. TUHAN tidak tinggal diam melihat kejahatan. Ia juga adil dalam memberikan ganjaran.
Sahabat Senior yang dikasihi Tuhan, segala perbuatan kita, baik ataupun buruk, tidak pernah luput dari perhatian Tuhan. Di masa tua ini, kita diajak untuk merenungkan apa yang telah kita tabur: apakah itu kasih, pengampunan, atau sebaliknya? Janganlah lelah berbuat baik, sekalipun hasilnya belum langsung terlihat. Tuhan melihat semuanya, dan pada waktunya Ia akan memberikan tuaian yang setimpal. Oleh karena itu, marilah kita terus menabur kasih dan kebaikan karena itulah benih yang kekal.
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk tidak lelah berbuat baik karena apa yang kami tabur, itu juga yang akan kami tuai. Amin.
