Sahabat Senior pasti sudah paham tentang warisan. Banyak orangtua mempersiapkan warisan bagi anak-anaknya, misalnya dengan cara membuat surat wasiat. Mengapa hal itu dilakukan? Karena kerap terjadi keluarga terpecah gara-gara persoalan warisan. Di media, ada cerita tentang seorang anak yang membakar rumah warisan ayahnya. Anak itu merasa pembagian warisan orangtuanya tidak adil. Supaya adil, semuanya tidak usah mendapat warisan. Lalu, ia membakar rumah itu. Aduh, kok bisa jadi begitu, ya?
Elia dan Elisa adalah dua nabi yang berhubungan sebagai guru dan murid. Keduanya bukan kerabat, tetapi memiliki relasi yang dekat. Kedekatan itulah yang membuat Elia memberi kesempatan kepada Elisa untuk meminta sesuatu darinya sebelum ia terangkat ke surga. Menariknya, Elisa tidak meminta harta benda atau sejenisnya sebagaimana warisan pada umumnya. Elisa meminta agar ia mewarisi dua bagian dari kuasa kenabian Elia. Hal itu diminta karena Elisa ingin melanjutkan karya Elia. Elisa mengagumi Elia dan ingin memiliki sebagian dari kemampuan Elia.
Sahabat Senior, warisan yang dibutuhkan generasi muda bukan sekadar harta benda. Warisan sejati adalah nilai-nilai yang baik dan bermanfaat. Kita perlu memikirkan bagaimana caranya agar dapat memberikan warisan tersebut kepada anak-anak masa kini.
DOA:
Betapa banyaknya nilai-nilai baik yang datang dari Engkau, ya Tuhan. Kami ingin mewariskan nilai-nilai yang baik kepada anak cucu kami. Amin.
