Seorang pemudi terjerat utang puluhan juta. Pinjaman itu dilakukan secara daring untuk pergi berwisata dan membeli barang-barang bermerek. Pemudi ini mendapat pendampingan untuk menolongnya mengatur keuangan dengan lebih baik. Ia mengaku bahwa ia sering kali tidak berpikir panjang tentang bagaimana nanti membayar pinjamannya.
Sebagai orang yang telah diselamatkan dalam Kristus, Paulus mengingatkan jemaat di Efesus bahwa kehidupan dalam gelap merupakan cara hidup mereka pada masa lampau. Sekarang mereka bukan lagi anak-anak kegelapan, melainkan anak-anak terang. Meski demikian, perbuatan-perbuatan kegelapan selalu mengintai. Karena itu, jemaat diminta untuk menguji apa yang berkenan kepada Tuhan. Kita pun dapat menguji perbuatan kita dengan bertanya, “Apakah hal ini sesuai dengan firman Tuhan? Apakah hal ini mencerminkan karakter Kristus?” Dengan demikian, apa yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan sesuai dengan ajaran Kristus. Kita juga dapat memeriksa motivasi dalam diri, apakah niat kita murni atau ada dosa tersembunyi. Dari buahnya juga kita akan tahu apakah sesuatu itu sesuai dengan kehendak Allah, yaitu menghasilkan keadilan, kebenaran, dan kasih. Jika tidak, itu bukan kehendak-Nya.
Youth, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan atas suatu persoalan, apalagi memutuskan hanya untuk memenuhi keinginan. Periksalah setiap hal yang akan dan telah kamu kerjakan, apakah hal itu berkenan kepada Tuhan. Jadikan firman Tuhan sebagai pelita yang menerangi pikiranmu dan lihatlah apakah hasil dari tindakanmu sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.
- Apa artinya perintah ”ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan”?
- Bagaimana kamu membedakan mana kehendak Tuhan dan yang bukan?
Pokok Doa: Hati yang peka untuk mengenali kehendak Tuhan.
