Oma Rini pernah merasa sangat sendirian. Sejak suaminya meninggal, rumah terasa sunyi. Anak-anaknya tinggal di luar kota, dan teman-teman sebayanya satu per satu telah dipanggil Tuhan. Suatu malam, Oma Rini berdoa sambil menangis, “Tuhan, aku lelah merasa sendiri.” Namun, keesokan paginya, seorang cucunya menelepon dan berkata, “Oma, aku memimpikan Oma semalam, jadi aku rindu dan ingin menelepon.” Hati Oma Rini pun terasa hangat. Ia menyadari bahwa Tuhan mendengar doanya.
Mazmur 142 adalah seruan Daud ketika ia bersembunyi di dalam gua, dikejar musuh, dan berada dalam tekanan. Ia menuliskan dengan jujur bahwa dirinya merasa lemah, terjepit, dan sendirian. Dalam kesendirian itu, ia berseru kepada TUHAN, dan TUHAN mendengarnya. Daud berkata, “Perhatikanlah teriakku….” Ini bukan doa yang tersusun rapi melainkan jeritan hati yang tulus. TUHAN bukan hanya mendengar pujian, tetapi juga keluhan hati yang paling dalam.
Sahabat Senior yang dikasihi Tuhan, ada kalanya kita merasa sendirian, bahkan di tengah banyak orang. Namun, Tuhan tidak pernah jauh. Ia adalah tempat kita datang dan berseru. Ia mendengar, Ia peduli, dan Ia mengetahui isi hati kita. Jangan ragu untuk berseru kepada-Nya. Seperti Daud, kita pun akan merasakan bahwa Tuhan adalah perlindungan sejati, bahkan dalam “gua” kehidupan yang paling gelap sekalipun.
DOA:
Terima kasih, ya Tuhan, dalam kesesakan Engkau selalu hadir dalam hidup kami dan menolong kami. Amin.
