Pernahkah kamu merasa ketakutan akan sesuatu yang belum terjadi, bahkan belum tentu akan terjadi? Seperti ketakutan tidak naik kelas atau gagal lulus, padahal ujian belum dijalani. Banyak hal di dunia ini yang bisa menimbulkan ketakutan, namun ketika seseorang terjebak dalam ketakutan, segala sesuatu terasa berat dan sulit dijalani. Ketakutan dapat menyebabkan overthinking, bahkan menyita banyak waktu dan tenaga, serta berdampak pada kesehatan mental seseorang.
Teens, kisah Alkitab hari ini menceritakan tentang ketakutan para imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka ingat pernyataan Tuhan Yesus bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga. Mereka berpikir bahwa murid-murid Tuhan Yesus mungkin mencuri mayat-Nya, sehingga tampak seolah-olah Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati. Bagi mereka, hal ini akan menyesatkan lebih banyak orang untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Mereka tidak benar-benar percaya bahwa Tuhan Yesus akan bangkit; oleh karena itu, mereka meminta Pilatus agar kubur Tuhan Yesus dijaga oleh pengawal-pengawal hingga hari ketiga. Mereka berharap dengan cara ini berita dan bukti kebangkitan Tuhan Yesus tidak akan pernah tersebar. Apalagi jika benar Tuhan Yesus bangkit, mereka beranggapan para pengawal dapat menahan dan menyegelnya di dalam kubur.
Teens, ketakutan dapat mendorong seseorang melakukan tindakan-tindakan sia-sia, seperti yang dilakukan para imam kepala dan orang-orang Farisi. Tindakan ini menunjukkan bahwa ketakutan dapat menjebak manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak masuk akal. Sebagai murid Yesus, kamu dipanggil untuk berhati-hati dan tidak terjebak pada ketakutan yang sia-sia. Ingat, ketakutan hanya akan membawamu pada tindakan yang tidak bermanfaat.
