Karyawan tetangga penulis kerap dengan sengaja membuang sampahnya di tempat sampah rumah penulis. Sampah tersebut tidak dimasukkan ke dalam plastik sampah, melainkan dihamburkan begitu saja. Bahkan jika sampahnya jatuh, ia akan sengaja mendorong sampah tersebut ke selokan rumah penulis. Anehnya, meski kerap menerima sampah, setiap kali pohon mangga tetangga berbuah, buahnya selalu jatuh ke halaman rumah penulis. Tuhan seolah mengganti curahan sampah itu dengan limpahan buah yang melimpah di halaman rumah penulis.
Hal ini mengingatkan kita pada Yakub yang juga mengalami dicurangi berkali-kali oleh Laban, ayah mertuanya, terkait upah kerja. Namun, tindakan tidak baik itu diganti TUHAN dengan memberi banyak ternak bagi Yakub. Ternak-ternak yang bertanda khusus, yaitu berbintik, loreng-loreng, atau bertutul-tutul, menjadi hak Yakub dan beranak dengan sangat banyak. Akhirnya, Yakub memiliki ternak kambing dan domba yang jauh lebih banyak daripada Laban, mertuanya.
Sahabat Senior, Allah tidak berkenan terhadap perbuatan jahat. Yakub mengetahui kecurangan ayah mertuanya, tetapi ia tidak membalas dengan kejahatan. Tuhanlah yang bertindak membela orang yang diperlakukan jahat. Tuhan mengganti hal yang buruk dengan hal yang baik untuk kita. Marilah berbuat baik kepada semua orang.
DOA:
Tuhan, berilah kami perlindungan-Mu dalam menghadapi segala perbuatan yang tidak baik. Teguhkan iman kami agar tetap menjadi orang yang baik. Amin.
