Tenggelamkan! Jargon ini sempat ramai beberapa tahun lalu. Seorang Menteri Perikanan dan Kelautan membuat sebuah kebijakan: jika ada kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin dan menangkap ikan, maka awak kapal akan diproses secara hukum, dan kapalnya akan ditenggelamkan!
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk memperhatikan orang yang paling lemah. Tuhan Yesus menyebut mereka sebagai “orang kecil.” Mereka bisa saja orang yang berkebutuhan khusus, baru belajar tentang iman Kristen, atau siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Mereka harus ditolong, bukan dijatuhkan. Yang lebih buruk lagi adalah ketika kita tahu bahwa mereka membutuhkan pertolongan, tetapi kita tidak menolong, atau kita justru membuat mereka celaka dan tersesat karena pengajaran yang salah. Jika hal itu terjadi, berarti kita telah menyebabkan mereka berdosa. Terhadap orang yang menyesatkan seperti ini, Tuhan Yesus berkata bahwa lebih baik jika batu diikatkan pada lehernya dan ia ditenggelamkan. Peringatan keras ini mengajar kita untuk menjaga hati dan tindakan agar kehadiran kita menjadi berkat, bukan sumber musibah.
Teens, kamu mungkin tidak pandai berbicara untuk mengajarkan firman Tuhan kepada orang lain. Namun, kamu tetap bisa berusaha untuk tidak mengajarkan hal yang sesat kepada sesama. Misalnya, kamu tahu bahwa mencuri atau berbohong itu salah, maka jangan mengajarkan atau mendorong temanmu untuk melakukannya. Panggilan hidupmu adalah menjadi teman yang menuntun dalam kebenaran, bukan menuntun dalam kejahatan. Jika kamu masih memiliki sifat buruk, seperti suka menjatuhkan teman atau tidak peduli pada yang lemah, sudah saatnya “tenggelamkan” sifat buruk itu! Ingatlah, selama kamu masih diberi kehidupan, itu berarti hidupmu harus menjadi berkat.
