Oma Ratna terbaring lemah di ranjangnya. Ia sudah menderita sakit selama berbulan-bulan tanpa diketahui oleh sanak saudaranya. Sebagai seorang janda yang tidak mempunyai anak, ia mengurus dirinya sendiri dalam keterbatasan. Ia tak punya ponsel untuk menghubungi siapa-siapa. Namun ia terus berdoa memohon pertolongan Tuhan. Pada suatu sore, tim perkunjungan gereja menjenguknya. Akhirnya Oma Ratna dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Ia memperoleh pertolongan sehingga kesehatannya berangsur pulih.
Berada dalam penderitaan yang berat dan berkepanjangan juga dialami oleh umat Israel di Mesir. Mereka hidup dalam tekanan dan kesengsaraan, sehingga tanpa henti berseru dan berdoa kepada TUHAN agar diselamatkan. Pengalaman iman nenek moyang mereka menjadi penguat, sehingga mereka tetap percaya bahwa TUHAN tidak meninggalkan mereka. Di tengah penderitaan, mereka tetap memercayakan hidup dan masa depan kepada TUHAN. Sekalipun belum mengalami perubahan keadaan, mereka percaya setiap doa dan seruan mereka didengar oleh TUHAN.
Sahabat Senior, setiap doa dan rintihan hati yang kita naikkan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Ia mendengar dan mengetahui setiap pergumulan kita. Pertolongan dari Tuhan pasti tersedia pada waktu-Nya menurut cara Allah. Oleh karena itu, tetaplah yakin dan tekun berdoa kepada Tuhan dalam segala keadaan.
DOA:
Tuhan, dengarlah doa dan rintihan hati kami. Engkaulah sumber pertolongan dan pengharapan kami. Amin.
