Seorang remaja berencana mengikuti camp rohani di pegunungan selama tiga hari. Ia hanya boleh membawa satu tas ransel. Ia bingung karena sudah menyiapkan dua tas ransel. Tas A berisi laptop, kamera DSLR, sepatu keren, powerbank, dan parfum bermerek. Isinya berat, tetapi semuanya barang mahal. Tas B berisi air minum, jaket hangat, kompas, senter, makanan ringan, dan Alkitab kecil. Sederhana dan ringan, tetapi semua isinya penting. Akhirnya, karena ingin
tetap “keren,” ia memilih tas A. Namun, setelah menempuh setengah perjalanan, ia mulai merasa kelelahan dan tersesat. Semua barang mahal yang ia bawa tidak bisa membantu sama sekali. Ia menyesal karena memilih yang “kelihatan keren” daripada yang “benar-benar berguna.”
Dalam Matius 6:19–24, Yesus mengajak kita menilai ulang apa yang sebenarnya paling bernilai dalam hidup. Yesus membedakan dua jenis kekayaan, yaitu harta di bumi yang bisa rusak, dicuri, atau hilang, dan harta di surga yang kekal serta tidak bisa rusak. Harta di bumi mencakup uang, barang, status, likes, popularitas, dan prestasi. Harta di surga mencakup karakter, iman, kasih, pengampunan, dan pelayanan. Yesus berkata, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Yesus menantang para murid untuk memilih salah satu di antara keduanya, karena “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.”
Teens, banyak orang sibuk mengumpulkan “tas dunia” berupa penampilan, popularitas, atau barang-barang mewah. Namun, ketika hidup menjadi “perjalanan berat,” semua itu tidak bisa menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus mengajak kamu membawa “tas surga”: kasih, pengampunan, kebenaran, iman, dan hubungan pribadi dengan Dia. Itulah yang ringan untuk dibawa dan penting untuk perjalanan kekalmu. Itulah kekayaan yang sejati—karena nilainya di mata Tuhan tidak pernah berkurang.
