Sebuah pohon berdiri tegak di taman depan sebuah kampus. Pohonnya tinggi, besar, rindang, dan sejuk. Banyak mahasiswa melepas lelah dengan duduk di sekitar pohon itu. Namun, kalau diperhatikan, di pohon itu ada banyak sayatan. Ada yang menulis “Galih love Ratna”, ada yang memakai simbol hati dengan anak panah bertuliskan huruf A dan N, dan banyak lagi sayatan lain.
Dalam hidup ini, manusia membutuhkan tanda. Tanda bisa menjadi petunjuk untuk mengarahkan tujuan atau peringatan atas sebuah peristiwa yang dianggap penting. Dalam rangka mengingat peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir, TUHAN meminta umat Israel membuat tanda dalam perayaan roti tidak beragi, yang dalam bahasa Ibrani disebut Hag Hammassot. Dalam perayaan itu dibuatlah tanda pada tangan dan dahi. Tangan mewakili tindakan atau karya. Dahi mewakili pikiran atau perasaan. Dengan tanda itu umat harus bersyukur melalui karya dan pemikiran mereka.
Sahabat Senior, Tuhan sering menunjukkan tanda kepada umat manusia. Tanda dapat menjadi pengingat akan keterbatasan manusia. Tanda dapat juga memberikan arah agar manusia tidak salah memilih. Tanda itu bisa berupa keadaan fisik yang sakit, bencana alam yang terjadi, kegelisahan, dan banyak lagi yang lain. Kita membutuhkan kepekaan untuk dapat membaca tanda dari Tuhan.
DOA:
Tuhan, beri kami hikmat untuk membaca tanda-tanda yang Engkau beri agar kami mampu menjalani hidup dalam kehendak-Mu. Amin.
