Opa Hadi dan Oma Marta hidup secara sederhana. Rumah mereka tidak besar, tabungan mereka juga tidak melimpah. Anak-anak mereka sudah tinggal di kota yang berbeda-beda. Sesekali mereka datang berkunjung, membawa cucu-cucu yang memenuhi rumah dengan tawa dan sukacita. Suatu hari seorang tetangga bertanya, “Opa dan Oma hidup sederhana, tetapi selalu tampak tenang dan bahagia. Apa rahasianya?” Opa Hadi menjawab, “Kami belajar bahwa kebahagiaan bukan berasal dari banyaknya harta atau mudahnya hidup, melainkan hidup takut akan Tuhan. Tidak semua keinginan kami terpenuhi, tetapi Tuhan selalu mencukupkan, memelihara keluarga kami, dan memberi damai sejahtera. Itulah berkat yang paling berharga.”
Sahabat Senior, pemazmur juga menegaskan hal yang sama. Pemazmur menyebutkan “berbahagia” setiap orang yang takut akan TUHAN. Apa pun yang dikerjakan pasti berhasil. Bagaikan pohon anggur yang subur dan menghasilkan banyak buah yang manis, demikianlah orang yang takut akan TUHAN dan anak cucunya tumbuh dalam berkat-Nya. Itulah kebahagiaan yang sejati.
Sahabat Senior, kita diberkati Tuhan dengan cara-Nya yang ajaib. Mungkin kita tidak memiliki harta yang banyak, tetapi jika kita takut akan Tuhan, maka Dia akan memberi kebahagiaan sepanjang hidup kita. Bahkan lebih daripada itu, anak cucu kita juga akan diberkati oleh Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, kami mau hidup sebagai orang yang takut akan Tuhan, sehingga disebut berbahagia, dan biarlah berkat-Mu terus melingkupi keluarga kami. Amin.
