Teens, takut adalah salah satu emosi yang dimiliki oleh makhluk hidup, terutama binatang dan manusia. Pada binatang, karena tidak memiliki akal budi, rasa takut menjadi salah satu cara untuk bertahan hidup. Ketika merasa takut, mereka akan melarikan diri, berbeda dengan manusia yang memiliki akal budi sehingga mampu mengelola rasa takut. Bahkan, ada orang yang berusaha meniadakan rasa takut dan berkata bahwa mereka tidak takut pada apa pun.
Musa, dalam bacaan kita hari ini, telah tumbuh dewasa sebagai orang yang dibesarkan dalam lingkungan istana Mesir. Sebagai anak angkat putri Firaun, ia menikmati berbagai keistimewaan, seperti makanan yang baik, perlindungan, kesehatan, dan pendidikan. Dengan semua keistimewaan itu, Musa dapat memperoleh banyak hal yang diinginkannya. Tidak ada orang yang berani mempertanyakan kedudukannya, meskipun asal-usulnya bukan lagi rahasia. Musa tahu bahwa dirinya adalah orang Ibrani. Pada saat yang sama, putri Firaun memberikan perlindungan penuh kepadanya. Namun, ketika Musa membunuh seorang Mesir yang memukul seorang Ibrani, saat itulah ia mulai merasa takut. Ia takut Firaun akan membunuhnya. Karena ketakutannya, Musa memilih melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.
Teens, setiap orang memiliki pilihan ketika menghadapi rasa takut, dan setiap pilihan memiliki risikonya. Yang terpenting adalah pertimbangan dalam mengambil keputusan. Orang yang melarikan diri karena takut bukan berarti pengecut. Sebaliknya, mereka yang berani menghadapi bahaya, bahkan ancaman maut, belum tentu layak disebut pemberani. Rasa takut merupakan pengingat bahwa ada bahaya yang perlu diwaspadai. Karena itu, melarikan diri saat merasa takut dapat menjadi pilihan yang bijaksana, terutama jika menyangkut keselamatan jiwa.
