Keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan sempat membuat Ana khawatir bahwa ia harus mengubur impiannya untuk berkuliah. Namun, ayahnya mengatakan bahwa ia sanggup memenuhi kebutuhan kuliah. Ana tidak mengetahui bahwa, demi memenuhi biaya kuliah, ibunya harus menjual perhiasan warisan keluarganya. Sore hari sepulang bekerja, ayahnya mengambil pekerjaan sambilan sebagai pengemudi ojek daring untuk menambah pemasukan. Meski tubuh mereka lelah, ayah dan ibu terus berjuang bekerja serta berhemat demi mendukung impian Ana. Banyak pengorbanan telah mereka lakukan, yang tidak selalu terlihat oleh Ana.
Pengurbanan binatang merupakan hal utama dalam tata ibadah Yahudi kuno. Darah menjadi unsur penting karena darah adalah nyawa (Imamat 17:11). Para imam mencurahkan darah hewan kurban untuk memperoleh pengampunan Allah dan penyucian. Namun, berbeda dengan para imam lainnya, Kristus Yesus sebagai Imam Besar memasuki Ruang Maha Kudus bukan dengan darah binatang, melainkan dengan darah-Nya sendiri. Pengurbanan yang dilakukan Yesus adalah pengurbanan besar yang berdampak kekal untuk menjamin pengampunan Allah. Pengurbanan Kristus menginspirasi banyak orang untuk rela mengorbankan diri atas dasar cinta, tanggung jawab, dan kepedulian.
Youth, Kristus mengajarkan kepadamu arti pengorbanan. Ada orang- orang di sekitar kita yang rela berkorban demi kepentingan orang lain atau kepentingan bersama. Mungkin pengorbanan mereka tidak selalu terlihat, tetapi sungguh nyata. Mereka bisa saja orang tuamu, temanmu, atau para pekerja yang memberikan pelayanan. Syukurilah dan hargailah pengorbanan mereka.
- Apa perbedaan pengurbanan di ibadah Yahudi kuno dan pengurbanan Yesus?
- Bagaimana aku menyatakan rasa syukur atas pengurbanan Yesus?
Pokok Doa: Mampu mensyukuri dan tidak menyia-nyiakan pengurbanan Yesus.
