Apakah Saudara mengenal Bunda Teresa? Mengenal atau sekadar tahu? Mengenal dan tahu adalah dua hal yang berbeda. Saya tahu Bunda Teresa dari berbagai tulisan dan film. Namun, saya tidak mengenal beliau karena saya belum pernah berjumpa secara langsung, tidak memiliki relasi pribadi, dan tidak pernah berinteraksi dengan beliau. Tahu merujuk pada pengetahuan yang diperoleh dari sumber luar. Pengenalan semacam itu masih berada di permukaan, hanya menyentuh bagian luar saja.
Orang-orang Yahudi, khususnya kaum Farisi dan para ahli Taurat, sangat tekun menyelidiki Kitab Suci karena mereka berpikir bahwa melalui pengetahuan tersebut mereka dapat memperoleh hidup kekal. Namun, Yesus memperingatkan dengan tegas bahwa upaya mereka akan sia-sia jika mereka justru menolak Dia yang dipersaksikan dalam Kitab Suci itu, yaitu Yesus Kristus, Sang Mesias. Dari Kitab Suci, mereka tahu siapa Mesias. Namun, mereka tidak mengenal Mesias yang telah datang itu; bahkan mereka menolak-Nya.
Rajin membaca Alkitab tentu baik. Rajin mendengarkan khotbah dan renungan juga baik. Namun, hal itu tidak boleh berhenti sampai di situ. Jika hanya berhenti sampai di sana, kita mungkin akan tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum sungguh mengenal-Nya. Hidup sejati yang Yesus berikan hanya dapat kita alami ketika kita sungguh-sungguh berjumpa dengan-Nya, mengenal-Nya secara pribadi, dan memelihara relasi yang intim dengan-Nya.
DOA:
Bapa di surga, bangkitkan kerinduan, kemauan, dan kesungguhan kami untuk semakin mengenal-Mu. Amin.
Ams. 24:23-34; Mzm. 1; Yoh. 5:39-47
