Bandi tersenyum lebar melihat nilai ulangan Matematikanya. “Ki, lihat nih! Aku dapat nilai 100, hebat, kan!” ucapnya kepada Kiki sambil menunjuk-nunjuk kertas ulangannya. “Wah, hebat kamu, Bandi! Aku saja hanya dapat 70!” jawab Kiki. “Payah banget kamu, Ki! Masa ulangan segampang itu dapat 70?” ejek Bandi. Kiki terdiam. Raut wajahnya menjadi sedih.
Adik-adik, jika kita berhasil mencapai sesuatu, wajar jika merasa bangga. Namun, jangan sampai perasaan bangga itu berkembang menjadi merendahkan orang lain! Yuk, kita baca Matius 23:8-12! Yesus mengingatkan bahwa kita tidak boleh tinggi hati. Jika kita lebih mampu, justru kita harus lebih merendah. Kita tidak boleh sombong apalagi sampai merendahkan orang lain!
Adik-adik, kita boleh saja gembira dan bangga atas pencapaian kita. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak tinggi hati. Tuhan ingin kita rendah hati. Jangan sampai kita seperti Bandi yang mengejek temannya yang belum berhasil!
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk selalu rendah hati dalam bertindak.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
