Pernahkah kamu terjebak macet sehingga terlambat tiba di suatu tempat? Rasanya menggelisahkan, bukan? Kamu tidak dapat berbuat apa-apa karena sedang berada bersama banyak orang dan kendaraan yang sama-sama terjebak dalam situasi tersebut. Apalagi jika kemacetan terjadi ketika kamu berada di jalan tol yang tidak memungkinkan untuk menepi sejenak karena semua ruas jalan dipenuhi kendaraan. Semua ingin keluar dari kemacetan, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa karena terjebak dalam kemacetan yang luar biasa. Pada akhirnya, kemacetan itu dapat terurai perlahan, tetapi semua pengendara yang terjebak harus menanti dengan sabar.
Teens, situasi yang berat juga pernah dirasakan oleh Tuhan Yesus. Apa yang Ia alami bahkan jauh lebih berat daripada terjebak kemacetan di jalan. Tuhan Yesus menyepi ke Taman Getsemani untuk berdoa karena hati-Nya sangat sedih dan gentar. Doa-Nya di Taman Getsemani menggambarkan kesedihan dan kegelisahan-Nya karena Ia akan menanggung beban yang sangat berat. Namun, walaupun Tuhan Yesus memohon agar dilepaskan dari situasi yang berat itu, dalam doa-Nya Ia tetap memilih mengikuti kehendak Bapa. Inilah bentuk ketaatan yang luar biasa, sebagaimana diteladankan oleh Tuhan Yesus.
Teens, situasi berat juga dapat terjadi dalam kehidupanmu sehari-hari. Setiap orang mengalami pergumulan. Ada yang harus menghadapinya seorang diri, ada pula yang menghadapinya dengan dukungan orang lain. Memang tidak mudah. Namun, seperti Tuhan Yesus yang memilih taat pada kehendak Bapa walaupun pergumulan-Nya berat, kamu pun dipanggil untuk melakukan hal yang sama. Pergumulan yang berat perlu dihadapi. Karena itu, percayalah bahwa pertolongan Allah memampukan kamu untuk melewati semuanya.
