GPS atau Global Positioning System merupakan perangkat teknologi yang cara kerjanya menggunakan sistem navigasi berbasis satelit. GPS sangat menolong kita untuk menemukan jalan mana yang dapat kita tempuh menuju tujuan kita. Namun, ada juga orang yang sudah menggunakan GPS tetapi tetap tersesat, bahkan ada yang berujung pada kecelakaan. Kecanggihan teknologi tidak menjamin penggunanya bebas dari kesesatan.
Orang Saduki bertanya kepada Yesus tentang kehidupan setelah kematian. Menurut hukum pada masa itu, jika ada seorang laki-laki yang meninggal tanpa memiliki keturunan, maka saudaranya harus menikahi istri yang ditinggalkan agar memiliki keturunan. Namun, dalam kisah itu, ada tujuh saudara yang semuanya menikahi perempuan yang sama. Pertanyaannya: di surga kelak, siapakah yang akan menjadi suami perempuan itu? Pertanyaan mereka sebenarnya tidak keliru karena ada konteks yang melatarbelakanginya. Namun, menjadi keliru ketika mereka membayangkan bahwa di surga pun masih ada urusan kawin-mawin. Yesus menjawab bahwa mereka sesat karena tidak mengerti Kitab Suci. Di surga tidak ada lagi kawin-mawin, sebab semuanya akan menjadi seperti malaikat. Artinya, semua yang berkumpul di surga hanya memuji dan memuliakan Allah. Orang Saduki yang tekun membaca hukum Tuhan ternyata memiliki pemikiran yang menyesatkan.
Teens, pengajaran ini penting bagi kita karena mungkin di sekitar kita ada yang mengajarkan tentang kawin-mawin setelah kematian. Iman Kristen tidak demikian. Tidak ada kawin-mawin di surga. Ketika hidup di dunia, kita harus memuliakan Tuhan; dan saat kita berhimpun di surga, kita pun akan memuliakan Tuhan. Tidak ada lagi kehidupan yang mencari kesenangan dan kepuasan pribadi. Di surga kita hanya melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan. Jangan mau disesatkan!
