Budi dan Andi akan mengikuti perlombaan atletik. Budi berlatih secara rutin, menjaga pola makan, dan mengatur waktu istirahat. Namun, Andi yang merasa sudah berpengalaman dan sering mengikuti perlombaan, tidak serius berlatih. Ia tidak memperhitungkan kesulitan lomba yang akan dihadapi dan meremehkan tantangan yang ada. Ketika hari perlombaan tiba, barulah terlihat perbedaannya. Budi mampu bertanding secara maksimal, sedangkan Andi yang kurang berlatih harus menghadapi kesulitan dan hasil yang tidak sesuai harapan.
Teens, kisah sepuluh gadis dengan pelita mengajak kamu untuk melihat perbedaan antara orang-orang yang memiliki persiapan diri dan mereka yang tidak mempersiapkan apa pun. Tuhan Yesus memberikan perumpamaan ini dan menceritakan dengan jelas hasil akhir yang berbeda dari lima gadis yang memiliki pelita dan buli-buli berisi minyak, yaitu mereka masuk ke dalam perjamuan pesta. Bagaimana dengan lima gadis sisanya? Mereka tidak dapat masuk. Pintu tetap tertutup walaupun mereka telah meminta untuk masuk. Perumpamaan ini menjadi pengajaran agar kita berhikmat dalam memprioritaskan sesuatu. Para gadis yang bersiap dengan membawa buli-buli minyak dapat menyambut kedatangan mempelai laki-laki, sedangkan yang tidak bersiap justru tertinggal dan tidak mendapat tempat.
Teens, kamu dipanggil untuk berhikmat dan memiliki prioritas seperti para gadis yang bijaksana. Mereka memahami pentingnya persiapan sehingga memiliki cadangan minyak. Kamu pun diingatkan untuk melakukan persiapan dalam menghadapi berbagai hal penting dalam hidup. Tuhan Yesus ingin agar kamu berhikmat dan bertumbuh menjadi bijaksana. Dengan cara ini, kamu dapat bertumbuh dalam Tuhan setiap hari, semakin serupa, dan semakin dekat dengan-Nya.
