Pada zaman Perjanjian Lama, mengoyakkan pakaian merupakan cara yang umum untuk menunjukkan kesedihan, perkabungan, dan pengakuan dosa. Apakah tindakan pengakuan dosa selalu berbuah kebaikan? Mari kita simak kisah tindakan pengakuan dosa Yosia.
Yosia adalah raja yang memerintah di Yerusalem selama 21 tahun. Ia melakukan apa yang benar di hadapan TUHAN, di saat penduduk Yehuda melakukan apa yang jahat di hadapan TUHAN. Ketika panitera raja yang bernama Safan menerima Kitab Taurat dari Imam Hilkia, ia membacakannya di hadapan Raja Yosia. Mendengar Taurat itu, Yosia merendahkan diri dan mengoyakkan pakaiannya. Ia meminta petunjuk TUHAN baginya dan bagi seluruh rakyat Yehuda. Nubuat penghukuman Allah atas Yehuda disampaikan melalui nabiah yang bernama Hulda. Meskipun nubuat itu berisi penghukuman, tetapi bagi Yosia, diberitakan pengampunan. Karena penyesalan dan kerendahan hatinya di hadapan TUHAN, ia luput dari malapetaka yang didatangkan TUHAN atas negeri itu. Kelak Yosia akan dikuburkan dengan damai karena tidak menyaksikan malapetaka atas Yehuda.
Setiap penyesalan dan pengakuan dosa yang disertai tindakan pertobatan akan selalu membawa orang kepada pengampunan. Sebab Allah adalah Tuhan yang mendengar dan memperhatikan.
DOA:
Ya Tuhan, ajar kami untuk memiliki kerendahan hati di hadapan-
Mu dan bersedia mengaku dosa dan bertobat. Amin.
