Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi, “Urip iku mung mampir ngombe.” Ungkapan tersebut mengajarkan bahwa kehidupan kita di dunia ini sangatlah singkat, bagaikan orang yang berhenti sejenak untuk minum dalam sebuah perjalanan. Oleh karena itu, berfokuslah pada tujuan hidup yang benar dengan menggunakan setiap kesempatan untuk menyatakan kebaikan. Janganlah terikat oleh dunia yang fana ini karena yang fana akan segera sirna.
TUHAN telah memberikan perintah kepada bangsa Israel untuk membuat tempat kudus bagi-Nya berupa Kemah Suci. Kehadiran-Nya di kemah itu telah membuatnya menjadi tempat kudus. Namun, kemah tersebut akan dibongkar ketika bangsa Israel melanjutkan perjalanan mereka. Kemah itu akan kembali dipasang setiap kali bangsa Israel singgah atau berhenti sejenak di suatu tempat. Hal tersebut menegaskan bahwa sebuah tempat, termasuk tempat ibadah, akan sia-sia bila TUHAN tidak berkenan hadir di tempat itu. Kehadiran TUHAN-lah yang membuat sebuah tempat menjadi kudus.
Sahabat Senior, mari kita berfokus kepada Allah dan firman-Nya. Kesempatan hidup kita di dunia memang akan segera sirna. Namun, kita bisa menggunakan kesempatan yang semakin sempit ini untuk menyatakan kasih Allah sehingga semakin banyak sesama yang mengalami kehadiran-Nya.
DOA:
Ya Allah, kami bersyukur atas kehadiran-Mu di dalam perjalanan dan di setiap persinggahan kami. Amin.
