“Kau janjikan berbulan madu ke ujung dunia. Kau janjikan sepatuku dari kulit rusa. Tapi janji tinggal janji, bulan madu hanya mimpi. Tapi janji tinggal janji di bibirmu.” Itulah sepenggal lirik lagu berjudul “Dingin” yang pernah dipopulerkan oleh Hetty Koes Endang. Lagu tersebut mengungkapkan kekecewaan seseorang karena kekasihnya tidak menepati janji yang diucapkan.
Untuk terakhir kalinya, Musa mengajak umat Israel agar memerhatikan dengan sungguh-sungguh semua perkataan yang telah disampaikan kepada mereka. Kata-kata Musa yang diungkapkan dalam nyanyian Musa bukanlah sekadar perkataan. Nyanyian yang dibuat oleh Musa bukan pula sebuah nyanyian biasa. Nyanyian tersebut berisi pengajaran yang membawa kehidupan. Nyanyian itu berisi firman Allah yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh umat Israel di dalam kehidupan mereka setiap hari.
Sahabat Senior, semakin bertambah usia, setiap orang diharapkan menjadi semakin bijaksana. Salah satu wujud nyatanya adalah berkata yang sebenarnya dan seperlunya. Hal yang hendak dikatakan harus selalu dipikirkan dan ditimbang lebih dulu. Ketika mengucapkan janji, harus sungguh-sungguh ditepati. Kita dapat mengatakan kebenaran jika kita hidup di dalam Tuhan dan melakukan firman-Nya dengan sungguh-sungguh. Jika firman Tuhan kita abaikan, maka perkataan dan kehidupan kita akan menjadi hampa.
DOA:
Bapa kami yang di surga, kami bersedia untuk menaati firman-Mu.Tanpa sabda-Mu, maka hidup kami akan hampa, dan perkataan kami pun menjadi tak bermakna. Amin.
