“Besok pagi bawalah kertas lipat warna merah sebanyak empat lembar,” kata seorang guru SD kepada murid-muridnya. Keesokan harinya, ada seorang murid yang membawa kertas lipat dengan warna yang salah. Sang guru bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa kertas lipat warna merah?” Murid itu menjawab, “Maaf, Bu, kemarin saya tidak memerhatikan, jadi saya tanya sama Emma, dan Emma bilang kalau harus membawa kertas lipat berwarna biru.” Memerhatikan merupakan hal yang sepele namun penting dalam hidup ini.
Teks Alkitab kita hari ini juga mengajak jemaat di Ibrani untuk memerhatikan apa yang mereka dengar. Bisa jadi, yang mereka dengarkan bukanlah sesuatu yang benar. Ketika mendengarkan yang keliru, hasilnya adalah mengerjakan yang keliru juga. Oleh sebab itu, mereka diajak untuk memerhatikan apa yang telah didengar. Apakah yang didengar merupakan hal-hal yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, membangun diri sendiri, membangun sesama, dan membangun nama Tuhan?
Youth, dalam banyaknya informasi yang semakin mudah diakses, kita perlu menyaring apa yang kita dengar. Bisa jadi apa yang kita dengar bukanlah sesuatu yang membangun. Maka dari itu, kita diajak untuk terus memerhatikan dan mendengarkan hal-hal yang membangun, termasuk ketika kita diajak memerhatikan renungan harian, persekutuan, dan ibadah di gereja. Pergunakanlah kesempatan itu untuk memerhatikan dan mendengarkan apa yang benar. Dengan demikian, kehidupan kita akan dibangun lebih baik dan menjadi lebih berguna dalam kehidupan ini.
- Mengapa kita harus memerhatikan apa yang kita dengar?
- Bagaimana kita bisa mendengarkan sesuatu yang baik?
Pokok Doa: Kesetiaan untuk memerhatikan apa yang didengar.
