“Kalau kamu benar-benar beriman, kamu pasti rajin bersaat teduh dan melakukan pelayanan. Kamu tidak akan pernah gagal, Tuhan akan mengasihimu lebih lagi, dan Ia akan mencukupkan segalanya.” Kata-kata pengkhotbah ini dipegang oleh Alex. Alex berusaha untuk tidak pernah lalai bersaat teduh, tetapi kenyataannya ia tidak selalu sempat melakukannya karena tugas kuliah yang banyak. Alex sering merasa munafik karena tidak sungguh-sungguh dalam bersaat teduh maupun dalam melakukan pelayanan. Ia merasa berulang kali gagal mengatasi rasa marah dan iri dalam hatinya. “Dengan hidupku yang begini, apakah Tuhan akan menerima dan mengasihiku?” pikir Alex.
Berabad-abad yang lampau, orang-orang Yahudi juga mengajukan pertanyaan yang sama: bagaimana manusia dapat diterima dan dikasihi oleh Allah? Mereka menjawab, “Seorang manusia dapat mencapai hubungan yang baik dengan Allah dengan menaati secara cermat semua peraturan hukum Taurat.” Namun, nyatanya tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi setiap perintah dari hukum Taurat. Hal ini memberi kesadaran baru bahwa jalan Allah bukanlah jalan hukum, melainkan jalan anugerah (ayat 16). Paulus menunjukkan bahwa Abraham dibenarkan, dikasihi, dan diterima oleh Allah bukan karena perbuatannya, melainkan karena imannya kepada Allah.
Youth, untuk mendapatkan kasih Allah, yang diperlukan adalah menerima dengan penuh percaya kasih Allah yang ditawarkan kepadamu. Itulah jalan anugerah yang diberikan kepadamu. Percayalah. Dengan iman itu, hiduplah selayaknya seseorang yang dikasihi Tuhan.
-
- Mengapa jalan Tuhan bukanlah jalan hukum, melainkan anugerah?
- Apa yang membuatmu sulit percaya penuh kepada Tuhan?
Pokok Doa: Percaya dengan sepenuh hati kepada Tuhan.
