Anita melihat Lisa memakai pensil yang sama dengan miliknya. Ia menuduh Lisa mengambil pensilnya. “Pensil ini punyaku, Nit. Hadiah dari tanteku,” kata Lisa. Namun, Anita tetap menuduhnya di depan murid-murid lain hingga Lisa merasa sangat malu. Setelah pulang sekolah, Anita menemukan pensilnya terselip di dalam tas. Anita merasa sangat menyesal.
Adik-adik, mari kita baca Matius 27:3-5! Yudas Iskariot melihat Yesus dihukum dengan kejam. Ia merasa sangat menyesal telah menyerahkan Yesus. Yudas menyadari kesalahannya dan mengembalikan uang perak yang telah diterimanya. Yudas sadar bahwa ia telah mengkhianati orang yang tidak bersalah. Penyesalan itu datang terlambat. Semuanya sudah terjadi dan tidak bisa diubah lagi.
Adik-adik, Tuhan mengajarkan kita untuk tidak bertindak karena emosi, marah, atau tergoda. Jika kita ragu, kita harus berdoa dan meminta hikmat kepada Tuhan. Jangan sampai kita seperti Anita dan Yudas yang menyesal setelah semuanya terlambat.
Doa: Bapa di surga, tolong aku berhati-hati dalam bertindak agar aku
tidak menyesali tindakanku. Dalam Yesus aku memohon. Amin.
