Seorang remaja diajak oleh temannya untuk mengikuti bible study di sebuah kelompok. Awalnya, pertemuan dilakukan secara daring, lalu berlanjut dengan pertemuan tatap muka. Mereka belajar Alkitab dan berupaya memahami firman Tuhan. Namun, seiring berjalannya waktu, remaja ini mulai mengasingkan diri dari teman-temannya. Ia diminta untuk hanya setia kepada kelompoknya, bahkan pemimpin kelompok tersebut dianggap seperti seorang nabi. Rupanya, ia telah terpapar ajaran yang tampak seperti firman Tuhan, tetapi sesungguhnya mengajarkan anggotanya untuk setia kepada pemimpin mereka, bukan kepada Tuhan.
Dalam pengajaran Tuhan Yesus tentang kasih, Ia mengingatkan kita untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Mengasihi Allah bukan sekadar perasaan yang ada dalam hati dan jiwa kita, tetapi juga harus melibatkan akal budi. Akal budi menjadi penting agar kita mampu membedakan mana ajaran yang murni dari Kristus dan mana ajaran yang hanya mengatasnamakan Kristus, padahal sesungguhnya bersifat antikristus. Mereka mengajarkan hal yang sesat dan tidak sesuai dengan firman Tuhan.
Teens, saat ini banyak ajaran palsu yang berkembang di sekitar kita. Mereka berusaha memikat hatimu dengan cara yang menarik agar kamu bergabung dalam komunitas mereka. Karena itu, kamu perlu berhati-hati. Gunakan akal budimu untuk menolak ajaran yang membuatmu lebih setia kepada manusia daripada kepada Tuhan. Jika kamu merasa sedang terjebak dalam komunitas seperti itu, segeralah keluar. Jika perlu, mintalah bantuan kakak pembina di gereja, pendeta, atau orang tuamu agar mereka menolongmu keluar dari komunitas yang telah menyesatkan dan membuatmu tidak lagi menggunakan akal budi untuk memahami firman Tuhan.
