Teens, ada seorang teolog bernama Rudolf Otto yang menggambarkan Allah sebagai sosok yang mempesona sekaligus menggentarkan. Pendeknya, Allah adalah sosok yang dapat membuat orang jadi penasaran.
Musa adalah salah satu orang yang penasaran. Dalam bacaan hari ini dikisahkan bahwa perjumpaan Musa dengan Allah dimulai dari penasaran. Ia berbelok dari jalan yang biasa dilaluinya karena ingin memeriksa penglihatan yang hebat. Ia melihat api yang keluar dari semak duri tetapi tidak membakar semak duri itu. Penasaran menjadi awal perjumpaan Musa dengan Allah. Musa terpesona dengan penampakan api yang tidak membakar semak duri, pada saat yang sama ia gentar berhadapan dengan Allah sampai harus menutupi wajahnya, sebab ia takut memandang Allah. Pada akhirnya, rasa penasaran Musa berujung pada pengutusan Musa. Ia diberi kepercayaan untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Ini bukan tugas yang main-main.
Teens, penasaran adalah kata lain dari ingin tahu. Keingintahuan adalah baik jika diarahkan pada hal-hal yang positif. Sayangnya, penasaran itu kadang juga dapat diarahkan pada hal-hal negatif yang dapat berujung pada kehancuran. Misalnya, penasaran untuk mencoba narkoba, seks bebas, membolos, menyontek, atau kegiatan negatif lainnya. Bila kamu penasaran pada hal-hal seperti itu, maka kamu sedang merencanakan kehancuran diri sendiri. Penasaran pada dasarnya adalah hal yang baik sebab akan mendorongmu untuk mencari tahu banyak hal. Namun, kamu perlu mengarahkan hanya pada hal-hal yang berguna dan membangun. Rasa penasaran yang paling tepat adalah ketika kamu penasaran kepada Allah, seperti Musa. Hal ini bisa membuatmu rajin membaca Alkitab, mencari tahu apa maknanya bagi hidupmu, dan menjadikan Alkitab sebagai pedoman hidupmu.
