Cinta itu, kata orang, turun dari mata ke hati. Melalui mata, seseorang memilih dan kemudian menyukai lawan jenisnya. Karena berasal dari mata, ketertarikan biasanya didasarkan pada penampilan fisik—cantik atau keren. Laki-laki biasanya memersepsikan perempuan cantik sebagai yang berambut panjang, berkulit putih, dan berbadan proporsional, sedangkan perempuan memersepsikan laki-laki keren seperti oppa Korea dan berbadan sixpack. Persepsi ini kemudian membuat beberapa orang berusaha mengubah penampilan mereka, entah dengan diet, olahraga, bahkan ada yang sampai operasi wajah.
Kejadian 24 mengisahkan Eliezer, hamba Abraham, yang mendapat tugas mencarikan calon istri bagi Ishak. Eliezer menggunakan matanya untuk mencari istri yang kira-kira cocok bagi Ishak—tentu saja yang cantik dalam pandangan matanya. Dalam menjalankan tugasnya, Eliezer berdoa kepada TUHAN untuk memohon petunjuk. Lalu muncullah Ribka yang berwajah cantik. Namun, yang dilihat Eliezer bukan sekadar kecantikan. Ia kagum pada kebaikan Ribka yang tidak hanya memberi ia minum, tetapi juga menimba air untuk unta-untanya. Ribka juga memiliki karakter yang ramah. Kecantikan yang ia miliki bukan hanya tampak luar, tetapi juga dari hatinya. Itulah yang membuat Eliezer memuji TUHAN yang telah memberikan petunjuk untuk menemukan pasangan bagi Ishak yang tidak hanya cantik, tetapi juga berkarakter baik.
Teens, bagaimana penampilanmu hari ini? Kamu tentu perlu menjaga agar selalu tampak rapi dan menarik. Namun, itu tidak cukup! Penampilan yang menarik perlu disertai dengan karakter yang baik. Karena itu, selain menjaga penampilan, kamu juga perlu memberi perhatian dalam pembentukan karakter yang baik, sehingga sinar kasih Tuhan memancar keluar dari dirimu. Pembentukan karakter bahkan perlu diutamakan.
