Ketika gempa terjadi dan diikuti dengan surutnya air laut, penduduk di Pulau Simeulue segera berteriak, “Smong, smong, smong,” sambil berlari ke atas perbukitan. Mereka berpegang pada kearifan lokal yang dituturkan dari generasi ke generasi dalam menghadapi gempa dan tsunami. Dampaknya, sebanyak 71.453 penduduk Simeulue selamat dari gempa dan tsunami yang terjadi pada tahun 2004.
Pemazmur, sebagai orang beriman, sedang menghadapi persoalan. Banyak orang mencelanya. Namun, ia yakin bahwa dirinya dapat memberikan tanggapan yang tepat apabila ia berpegang pada firman TUHAN. Firman-Nya akan memampukan pemazmur untuk mengatakan kebenaran. Firman TUHAN juga akan memampukannya melangkah di jalan yang benar. Bagi pemazmur, mendengarkan dan melakukan firman TUHAN merupakan hal yang perlu dilakukan dengan penuh cinta dan sukacita, bukan dengan terpaksa, karena firman-Nya adalah pegangan atau pedoman hidup.
Sahabat Senior, kita membutuhkan pegangan yang kuat karena rentan jatuh. Dalam dinamika kehidupan ini, kita pun perlu berpegang erat pada firman Allah sebagai pegangan hidup. Firman Allah memampukan kita untuk tidak lupa diri atas keberhasilan dan berbagai prestasi yang diraih. Firman-Nya juga memampukan kita untuk tidak berkeluh kesah atas masalah yang rumit dan sulit.
DOA:
Ya Tuhan, peganglah kami, agar tidak terlena dalam suka dan tidak menjadi putus asa ketika dilanda duka. Amin.
