Elisa adalah anak seorang konselor terkenal. Ibunya sering dipercaya untuk mendampingi anak-anak yang memiliki masalah. Namun, karena kesibukan kerja, ibunya jarang memiliki waktu untuk Elisa. Ibunya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bertemu Elisa setiap hari namun biasanya mereka memang tidak bisa berbicara banyak karena sama-sama kelelahan. Suatu kali, Elisa pernah marah kepada ibunya karena ibunya tidak sengaja tertidur ketika mereka mengobrol. “Mama bisa ngobrol dengan anak orang lain, tapi nggak bisa ngobrol dengan anak sendiri!” protes Elisa. Ia tidak menyadari betapa lelahnya ibunya hari itu.
Abraham, ketika diminta mengurbankan Ishak, juga berisiko mengecewakan Ishak dan dianggap sebagai orang tua yang tidak sempurna. Ia adalah bapa orang beriman bagi banyak orang dan ia tentu ingin menjadi teladan iman bagi Ishak juga. Namun, ternyata ia harus melakukannya dengan cara mengurbankan Ishak. Menariknya, Ishak tidak melawan ketika diikat dan diletakkan di atas kayu api. Seperti Abraham percaya kepada Allah meskipun permintaan-Nya sulit dimengerti, Ishak pun percaya kepada Abraham. Abraham mungkin bukan orang tua yang sempurna bagi Ishak karena pernah hampir mengurbankannya. Namun, ia tetap berperan besar menjadi teladan iman bagi Ishak dan keturunannya.
Teens, mungkin bagi kita, orang tua kita juga bukanlah orang tua yang sempurna. Namun, mereka tetaplah sosok yang Tuhan anggap paling tepat untuk mendidik dan membesarkan kita. Itu artinya, kelemahan orang tuamu pun dipakai Tuhan untuk mendidik dan membentukmu menjadi anak yang sesuai dengan kehendak-Nya. Selain itu, di balik kelemahan-kelemahan mereka yang kita lihat, sering kali ada perjuangan dan cinta yang besar yang mereka berikan tanpa kita sadari. Karena itu, sayangi dan terimalah mereka, meski mereka tidak sempurna.
