Pada masa Pemilu 2024, muncul istilah omon- omon yang pertama kali digunakan oleh Presiden Prabowo dalam Debat Capres 2024. Istilah ini merupakan pelesetan dari “omong-omong,” yang berarti hanya omongan saja. Istilah omon-omon juga dapat bermakna hanya pandai bicara tetapi tidak pandai melaksanakan apa yang dibicarakan. Istilah lain yang juga populer sebelumnya dengan makna serupa antara lain: omdo (omong doang) dan NATO ( No Action, Talk Only ).
Banyak orang berusaha menampilkan kehebatan dan kebaikan dirinya melalui berbagai media. Namun, terkadang ada orang yang akhirnya hanya terlihat baik dan hebat dari penampilan luarnya saja. Apa yang ia katakan dan tampilkan terlihat baik dan hebat, namun sebenarnya perbuatannya jauh dari perkataannya dan dari apa yang ia tampilkan di media. Bahkan, tidak jarang demi memperlihatkan kehebatannya, ia justru menyakiti orang lain. Dengan kata lain, semua kebaikan dan kehebatannya hanya sebatas omon-omon belaka.
Youth, firman Tuhan mengingatkan kita untuk dapat menunjukkan kemampuan dan hikmat yang nyata melalui perbuatan yang berasal dari hikmat yang benar, yaitu hikmat yang berasal dari Allah. Hikmat yang berasal dari Allah harus mewujud secara nyata dalam kehidupan, bukan hanya sekadar omon-omon . Dengan kata lain, sebaik dan seindah apa pun perkataan seseorang, jika perkataannya tidak mewujud secara nyata dalam tindakan yang baik, maka perkataan itu bukan berasal dari hikmat Allah. Hikmat itu akan mewujud terutama dalam tindakan yang nyata, bukan sekadar omon-omon.
- Apakah yang dimaksud dengan “cara hidup yang baik” dalam Yakobus 3?
- Bagaimana cara kita untuk dapat melakukan “cara hidup yang baik”?
