Konon, pasangan yang paling berbahagia adalah Adam dan Hawa. Mengapa? Karena mereka tidak punya mertua. Tentu ini tidak sepenuhnya benar. Sebab ada juga banyak orang yang berbahagia karena akrab dengan mertua.
Musa adalah contohnya. Keakraban ditunjukkan lewat perjumpaan Musa dengan Yitro, bapak mertuanya. Musa menyambut Yitro. Kata menyambut menyiratkan kegembiraan hati Musa. Musa menunjukkan rasa hormat kepada mertuanya dengan tindakan bersujud. Tidak hanya hormat, Musa juga menunjukkan kasihnya kepada bapak mertua dengan tindakan mencium. Di cerita selanjutnya Musa juga disebutkan mendengarkan apa yang disarankan mertuanya. Padahal Musa adalah orang hebat. Tidak hanya pernah menjadi pangeran di Mesir, tetapi juga dipilih TUHAN untuk menjadi pemimpin bangsa Israel. Namun, Musa mengasihi serta memberi tempat dan kedudukan yang tinggi bagi mertuanya.
Sahabat Senior, hubungan menantu dan mertua bisa menjadi hubungan yang indah ketika kedua belah pihak menempatkan pihak lain dengan hormat. Sikap yang ditunjukkan Musa dapat dijadikan contoh. Bisa saja para mertua memulai terlebih dahulu. Ketika relasi yang hangat sudah terjadi, menantu tidak lagi terasa seperti orang lain, melainkan menjadi anak. Dengan demikian, kehidupan keluarga terjalin indah. Menyenangkan bukan?
DOA:
Tuhan, berkatilah anak dan menantu kami. Hadirlah dalam kerja keras mereka. Berikan kepada mereka kerukunan dan cinta kasih. Amin.
